-->
  • Jelajahi

    Copyright © LombokTREND.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Vonis Terhadap Mantan Kades Bonder Dinilai Tak Adil

    LombokTrend
    Kamis, Maret 31, 2022, 6:19 PM WIB Last Updated 2022-03-31T10:21:26Z


    D. A. Malik, sebagai salah satu Tim Hukum mantan Kepala Desa (Kades) Bonder Lalu Hamzan terdakwa kasus korupsi penggunaan dana desa Bonder Lombok Tengah (Loteng) tahun 2018 menyampaikan kekecewaannya terhadap vonis majelis hakim yang naik dari 1, 3 tahun menjadi 3 tahun.


    Menurutnya dalam pertimbangan hukum yang digunakan oleh majelis hakim adalah berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Perma) no. 1 tahun 2020 di mana (Perma) tersebut memiliki unsur komulatif, perbuatan yang merugikan keuangan negara dan terdakwa diuntungkan. Padahal ujar dia dalam pemeriksaan terdakwa sama sekali tidak memperoleh keuntungan dari peristiwa hukum tersebut dan bahkan pelaksanaan pekerjaan seperti sumur bor telah diselesaikan dengan baik dan airnya telah dinikmati oleh masyarakat.


    "Tentu ini putusan yang tidak mencerminkan rasa keadilan bagi terdakwa. Terkait dengan upaya hukum banding atau tidak. Kami masih berkomunikasi dengan terdakwa. Secara normatif ada hak hukum terdakwa untuk melakukan upaya hukum terhadap putusan yang dinilai tidak adil tersebut. Padahal dalam persidangan terdakwa telah bersikap sopan dan jujur. Hal ini sesungguhnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memberikan putusan yang adil dan layak bagi terdakwa," sebutnya kepada Lomboktrend.com, Kamis (31/3/2022).


    Sebelumnya seperti dilansir Lomboktrend.com, setelah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, tiga terdakwa korupsi penggunaan dana desa Bonder, Lombok Tengah (Loteng) tahun 2018 masing-masing mantan Kepala Desa Bonder Lalu Hamzan, Bendahara Lalu Zainal Amirin, dan Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Suharman harus membayar denda Rp 150 juta subsider enam bulan kurungan, serta mengganti kerugian negara dengan jumlah berbeda-beda.


    Zainal Amirin dibebankan mengganti kerugian negara Rp 163 juta subsider satu tahun. Suharman Rp 230 juta subsider satu tahun penjara. Sedangkan Lalu Hamzan dihukum tambahan uang pengganti kerugian negara Rp 183 juta subsider satu tahun penjara.


    Vonis yang dijatuhkan terhadap tiga terdakwa lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, Suharman dan Lalu Zainal Amirin dituntut dua tahun penjara. Sedangkan, mantan kades Bonder dituntut satu tahun tiga bulan penjara.


    Dalam pertimbangan hakim, mereka bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi atas pengelolaan dana Desa Bonder. Inspektorat menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 400 juta.


    Namun, setelah jaksa melakukan proses penyidikan, kerugian negaranya lebih besar. Hasil audit Inspektorat Kabupaten Lombok Tengah disimpulkan kerugian negaranya mencapai Rp 664 juta.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kuliner

    +