-->
  • Jelajahi

    Copyright © LombokTREND.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tak Prioritaskan UMKM Lokal di Ajang MotoGP, ITDC Diprotes

    LombokTrend
    Jumat, Maret 18, 2022, 6:00 PM WIB Last Updated 2022-03-20T00:13:44Z


    Seperti diketahui, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC ) kembali menunjuk Tuksedo Studio dari Bali untuk merancang dan memproduksi 18 trofi berbahan utama aluminium dan baja untuk ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB, yang digelar pada tanggal 18-20 Maret 2022. Sebelumnya, Tuksedo Studio membuat trofi untuk kejuaraan World Superbike (WSBK) yang juga digelar di Sirkuit Mandalika pada November 2021. Demikian kata Anggota DPR-RI dari Fraksi PKS Suryadi Jaya Purnama (SJP) kepada media ini, Jumat (18/3/2022).


    Ia menyayangkan ITDC tidak melibatkan UMKM lokal di NTB dalam produksi ini. Padahal tegasnya, Mandalika merupakan salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang dikatakan sebagai “Bali Baru” oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Juli 2019 lalu. Namun ironisnya kata dia lagi, konsep “Bali Baru” ini tidak sepenuhnya dilaksanakan oleh Pemerintah, dalam hal ini ITDC, karena masih tidak sepenuhnya memberdayakan UMKM lokal, apalagi untuk produk sepenting trofi MotoGP di atas.


    "UMKM di NTB saat ini sudah berpengalaman dan memiliki kompetensi membuat motor listrik dan gitar listrik. Untuk membuat trofi, saya meyakini bahwa SDM NTB juga bisa jika diberi kesempatan dan difasilitasi. Apalagi Tuksedo Studio dari Bali yang ditunjuk membuat trofi MotoGP sebenarnya bukan spesialis produsen trofi melainkan bengkel restorasi dan pembuatan ulang mobil klasik. MotoGP adalah salah satu momentum peningkatan ekonomi sekaligus peningkatan skill SDM di NTB. ITDC seharusnya dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan itu," sesal dia.


    Pihaknya meminta ITDC untuk lebih transparan dalam pengadaan barang dan jasa. Diungkapkan, masyarakat NTB siap bersaing kalau memang peluang-peluang tersebut dibuka. 


    "Jangan sampai masyarakat lokal merasa kurang dilibatkan dan diberdayakan seperti yang terjadi pada demo pemuda desa pada Februari 2022 lalu. Oleh sebab itu kita meminta ITDC untuk lebih melibatkan stakeholder seperti masyarakat lokal/tempatan/adat/komunitas agar tidak dianggap meminjam tanah dan ruang hidup mereka saja, tetapi tidak banyak memberikan mereka prioritas kepada masyarakat lokal," tukasnya.


    "Jajaran manajmen ITDC harus tahu ruh dari dibangunnya mandalika untuk pemerataan agar ekonomi tidak tumbuh hanya daerah yg sudah maju," tambah Wakil Rakyat Dapil NTB 2 (Pulau Lombok) ini.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kuliner

    +