-->
  • Jelajahi

    Copyright © LombokTREND.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pemilik Lahan Sirkuit Gantungkan Nasib Kepada Pemprov NTB

    LombokTrend
    Senin, November 22, 2021, 8:39 PM WIB Last Updated 2021-11-22T12:39:30Z


    Mataram - Akhirnya satuan tugas (Satgas) Penyelesaian sengketa Lahan Sirkuit Mandalika di bentuk Gubernur. Kepala Kesbangpoldagri NTB L Abdul Wahid di tunjuk sebagai ketua tim Satgas tersebut dan langsung action.


    Sore tadi, Senin (22/11/2021) Kuasa Hukum menyerahkan berkas yang berisi data data bukti kepemilikan hak atas lahan di kawadan ITDC yang belum di bebaskan.


    "Tadi ada 4 berkas yang diserahkan masing-masing Kuasa Hukum pemilik lahan langsung ke ketua tim satgas,” jelas jubir pejuang lahan ITDC M Samsul Qomar, Senin Malam (22/11/2021) kepada media ini.


    Bertempat di Aula Kesbangpoldagri NTB para Kuasa Hukum menyerahkan bukti dan data dalam bentuk kopian berkas yang di dalamnya terdapat 11 kepemilikan di antaranya Amaq Layar, Mangim, Selim, sibawaeh, sumiati, Batin Samiun dan Amaq Bengkok.


    Kepala Kesbangpoldagri L Wahid yang menerima semua data meminta waktu seminggu untuk melakukan telaah dan kajian serta verifikasi terkait bukti yang masuk.


    Pihaknya juga memastikan Satgas akan memberikan progres terkait perkembangan atas proses yang dilakukan kepada para Kuasa Hukum.


    "Kami minta waktu seminguan lebihlah untuk mendalami dan memverifikasi data ini, nanti kami kabari korinator tin pejuang itdc,” kata mantan sekretaris KPUD Loteng ini.


    Sementara salah seorang Kuasa Hukum L Rusdi SH meminta pihak satgas serius menyelesaikan persoalan ini dan mengedepankan keadilan dan nilai kemanusiaan. 


    "Kita tidak bicara uang saja hari ini tapi ada nilai kemanusiaan yang harus kita kedepankan dan Pak Gubernur sudah mengirim sinyal untuk itu semoga saja tidak ada perubahan di perjalanan Satgas ini,” katanya.


    Di tempat yang sama salah seorang pemilik lahan Sibawaih mengaku gembira atas itikad baik Pemprov  NTB mengambil alih persoalan lahan ini, bertahun-tahun dirinya berjuang mendapatkan keadilan namun selalu di hadapkan pada arogansi pengembang. “Kami terimakasih ada ruang untuk penyelesaian semoga ini akhir dari perjuangan kami," pungkasnya.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kuliner

    +