-->
  • Jelajahi

    Copyright © LombokTREND.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    PGRI Lobar Kecam Arogansi Kades Dopang

    LombokTrend
    Kamis, September 22, 2022, 5:39 PM WIB Last Updated 2022-09-22T09:39:47Z


    Lombok Barat- Insiden memaki-maki Kepala Desa Dopang H. Harun Nursaid kepada guru SDN 1 Dopang viral di media sosial. Kejadian itu berlangsung Kamis, 15 September 2022 lalu sekitar pukul 11. 30 Wita di SDN 1 Dopang.


    Peristiwa itu menyedot perhatian berbagai kalangan. Tak ketingalan pengurus PGRI Kabupaten Lombok Barat. 


    Ketua PGRI Lombok Barat Tajuddin mengutuk keras dan menyayangkan sikap arogansi  kepala desa Dopang.


    "Pengurus PGRI sudah turun investigasi, kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras sikap Kades tersebut,"kata Ketua PGRI Tajuddin kepada media ini. 


    Meskipun ada perdamaian kedua belah pihak lanjut Tajuddin tidak menutup kemungkinan PGRI akan bersikap selanjutnya.


    "Walaupun ada dorongan dari temen-teman untuk demo. Mohon kiranya untuk meredam hal-hal tersebut," katanya.


    Sementara itu, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid yang sempat berkunjung ke SDN 1 Dopang   menyesalkan sikap Kades tersebut. Ia mengatakan tugas guru itu sangat berat. Oleh karena itu, perlu kiranya para guru penggelolaan emosi. Ia juga menyadari bahwa siswa datang dari berbagai karakter. 


    "Kalau anak saya dipukul dan itu dalam konteks mendidik itu saya ihlaskan. Jangan memukul anak dibagian yang membahayakan. Tapi, apapun itu memukul tetap salah,"katanya. 


    Oleh karena itu, lanjut Fauzan Khalid disinilah perlunya pemahaman orang tua. Karena biar bagaimana pun tugas pendidik sangat berat.


    "Saya imbau orang tua menghormati dan menghargai guru,"katanya seraya mengatakan bahwa ini pembelajaran berharga bagi kita semua, guru harus mengajar dengan hati dan sepenuh hati. Begitupun orang tua harus menjadi guru dirumahnya membimbing dan membina anaknya.


    Sementara itu, Kades Dopang H. Harun Nurasid mengatakan bahwa masalah ini telah selesai. Surat pernyataan telah ditandatangani kedua belah pihak, tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum.


    "Sudah selesai, damai. Tidak usah diperpanjang,"katanya seraya ia meminta maaf atas perlakuan yang kurang baik. Ia tidak bermaksud menghina profesi guru.


    Hal yang sama juga disampaikan Kepala Sekolah SDN 1 Dopang Cendrawati. Kasus ini sudah selesai dan berakhir dengan damai. Hal itu diperkuat dengan surat pernyataan damai dari kedua belah pihak.(rls)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kuliner

    +