-->
  • Jelajahi

    Copyright © LombokTREND.com
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Baznas Lobar Salurkan Zakat, Infaq & Sedekah 2 Miliar lebih

    LombokTrend
    Kamis, Maret 24, 2022, 9:28 PM WIB Last Updated 2022-03-24T13:28:54Z


    Jelang bulan puasa yang jatuh awal bulan depan, pihak Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Lombok Barat menyalurkan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari ASN, serta jajaran BUMD. Thasarruf atau penyaluran zakat dilakukan serentak di 10 kecamatan di Lobar.  Nilai zakat yang telah disalurkan mencapai Rp2 miliar lebih. Kamis (24/3), dilakukan penyaluran di daerah Narmada. Salah satunya dipusatkan di Gedung Seni dan budaya Narmada. 


    Ketua Baznasda Lobar TGH.M. Taesir al-azhar, Lc., MA mengatakan untuk penyaluran di kecamatan Narmada yang memiliki desa paling banyak di Lobar yakni 21 desa. Sehingga dipusatkan di Gedung seni dan budaya dengan mengundang Bupati Lobar H Fauzan Khalid. Zakat, infaq dan shodaqoh yang disalurkan berupa paket sembako sebanyak 210 Paket, satu paket senilai Rp250 ribu, kemudian uang Rp100 ribu untuk fakir miskin. Ada juga diberikan kepada mualaf, tiap desa dua orang. Kalau ditotal 21 desa, jumlahnya mencapai 42 orang. Masing-masing diberikan Rp1 juta. Pihaknya juga memberikan bantuan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) seluruh Lobar dengan jumlah 36 LKSA. Masing-masing LKSA diberikan Rp5 juta. 


    Pihak lain yang diberikan bantuan adalah, yayasan pondok pesantren, masjid, musola, yang sudah mengajukan ke Baznas Lobar. Dan pihaknya sudah melakukan verifikasi. Karena banyak yang mengajukan, pihaknya akan mengupayakan secara bertahap. 


    "Sejak kami dilantik Bulan Desember, kami sudah menyalurkan lebih dari Rp2 miliar dana baznas, dan itu laporan kemana, dari mana dana Baznas ini lengkap ada di Baznas. Silahkan bagi yang mau mengetahui dana baznas ini, kami terbuka berikan informasi. Kami bersifat open managemen," kata Ketua Baznas Lobar usai thasarruf di Narmada.  Awal penyaluran kata dia,  dilakukan kepada korban bencana banjir pada bulan Desember 2021 lalu. Dana baznas yang disalurkan mencapai lebih dari Rp500 juta.


    Dilanjutkan penyaluran di 10 kecamatan, mulai Senin lalu hingga Kamis (menjelang bulan puasa) senilai lebih dari Rp900 juta. Jumlah ini kemungkinan bertambah karena ditarget akan menyasar para marbot dan guru ngaji seluruh Lobar jelang lebaran nanti. Termasuk, tenaga honorer yang gajinya minim dibawah UMK."Penyaluran yang sekarang ini targetnya masjid, musola tujuannya persiapan untuk Ramadhan," ujarnya. 


    Dana basnas ini sendiri dilaporkan setiap bulan ke provinsi. Ada laporan bulanan, satu semester (enam bulan) dan tahunan. Tidak ada kata dia dana baznas yang ditutup-tutupi baik sumber maupun sasarannya. Namun yang jelas, ada namanya hak Amil sesuai Perbaznas pusat, dimana hak amil mendapatkan 12,5 persen dari zakat yang dikumpulkan setiap bulannya. Tiap bulannya, baznas mendapatkan Rp550 juta dari zakat ASN Lobar.


    Untuk besaran zakat ASN sendiri sesuai golongan, dimana sesuai Perbup nomor 28 tahun 2021 ASN golongan I sebesar Rp50 ribu, golongan II Rp60 ribu, golongan III Rp80 ribu dan golongan IV sebesar Rp120 ribu. Besaran ini jalan tengah yang diambil Pemda, karena belum mencapai 2,5 persen zakat profesi. "Yang penting ada kesadaran mau berbagi, berzakat, infak dan sedekah,"kata dia.  Dan ada juga sifatnya Infaq dan sedekah dari beberapa lembaga. Seperti dari PDAM, yang seharusnya diwajibkan berzakat. Sehingga Bupati pun menargetkan pengumpulan Zakat itu bisa mencapai Rp10 miliar Zakat. "Itu salah satunya berasal dari zakat, infak dan sedekah dari BUMD yang selama ini belum disentuh. Dan itu kami akan gali. Makanya kami bukan hanya sibuk dalam pendistribusian namun juga pengumpulan," jelas dia.


    Pihaknya akan berupaya menggali semua potensi ZIS di Lobar melalui perbup nomor 28 tahun 2021. Karena itu pihaknya pun gencar turun sosialisasi agar ada kesadaran masyarakat, terutama ASN dan BUMD serta lembaga vertikal yang ada di Lobar. Pihaknya bersama bupati juga meminta kepada semua perangkat desa untuk kepedulian dan mau berbagi. Walaupun sifatnya bukan zakat, namun infak dan sedekah. Dari hitungannya, kemungkinan tahun ini zakat yang bisa dikumpulkan Rp7 miliar dari target Bupati Rp10 Miliar. Sementara itu Bupati memberikan penekanan tentang perlunya kesadaran soal berbagi. "Harus terus kita tingkatkan perlunya kesadaran berbagi dengan sesama," tandasnya.(red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Kuliner

    +